


2. Pada tiap bulan pada hari minggu ke-tiga
melayani Ibadah Perki Bremen.
3. Pada setiap hari Jumat : Penelaahan Alkitab / Persekutuan Doa, pkl 19:00
4. Pelayanan Wanita (PW) diadakan satu kali setiap bulan bertempat bergantian di kediaman jemaat.
5. Pelayanan Anak / Remaja diadakan setiap hari minggu paralel dengan kebaktian umum.
6. Perjamuan Kudus diadakan pada setiap hari minggu pertama dan menurut kebutuhan.
7. Perkunjungan Jemaat / kebaktian keluarga : menurut kebutuhan
8. Mengadakan kebaktian pada setiap hari Raya Kristen : Jumat Agung, Paskah, Kenaikan, Pentakosta dan Hari Natal I.
9. Mengadakan ibadah tutup tahun
10.Setiap hari Sabtu Pertama : Rapat Badan Pengurus rutin.
11.Menerbitkan Buletin PERKI-KKI „Suara Persekutuan“
( “SUPER” ) (tiap dua bulan)
12.Setiap tiga bulan : pertemuan dengan gereja mitra Kirchenkreis Verband Hamburg dari
Nordelbische Evangelisch-Lutherische Kirche
13.Dengan ACKH: Arbeitsgemeinschaft Christliche Kirche in Hamburg
Ø Setiap tiga bulan mengikuti rapat delegasi gereja-gereja di
Hamburg, baik gereja Jerman maupun gereja-gerja asing lain; dimana
sejak 1983 PERKI-KKI adalah anggota perkumpulan gereja-gereja ini
yang bernama ACKHamburg. ( Anggota wajib membayar iuran )
Ø Setiap dua bulan mengikuti rapat komisi ACKH.
Ø Setiap bulan September ikut mengkoordinir
pesta „Fest der Völker“ ACKH.
14.Dua kali Ibadah setiap tahun dengan Evangelische Reformierte Kirche, Gereja Belanda dan Afrika.
Kepengurusan
Masa bakti 1968 - 1969
Ketua: John A. Waturandang
Masa bakti 1969 - 1970
Ketua: Frans J. Supit
Masa bakti 1970 - 1971
Ketua: Prabowo
Masa bakti: 1971 - 1973
Ketua: Bambang Johanes Arianto
Masa bakti 1973 - 1975
Ketua: Johny Hutabarat
Masa bakti 1975 - 1977
Manunggul Tambunan
Sekretaris: Jimmy Sibuea
Bendahara: Myrna Waturandang
Masa bakti 1977 - 1979
Ketua Bhenny Ariesanto
Masa bakti 1979 - 1981
Ketua: Reynard Daluas
Seretaris I: Jusman S. Sembiring
Kepengurusan setelah tercatat dalam badan hukum Jerman menjadi “eingetragenes Verein” – e.V.
Masih akan dilengkapi sesuai akte pengadilan negeri Hamburg.
Masa bakti 1981 - 1983
Ketua: Kartini Mumme, geb. Joseph
Wakil Ketua: Bhenny Ariesanto
Sekretari I: Joyce Baheramsjah, geb. Gozal
Sekretaris II: Rosalind Ticoalu, geb.
Bendahara: Corina Marlina Mailoa
Pembantu Umum I: Jusman S. Sembiring
Pembantu Umum II: Wemmy J. Tandaju
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1983 - 1985
Ketua: Daniel A.R. Lokollo
Wakil Ketua:
Sekretaris I: Wemmy J. Tandaju
Sekretaris II:
Bendahara:
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III: Marthin
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1985 - 1987 :
Andrew J. Adiwiataputra
Wakil Ketua:
Sekretaris I:
Sekretaris II:
Bendahara:
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1987 - 1989 :
Ketua: Kartini Mumme, geb. Joseph
Wakil Ketua: Bhenny Ariesanto
Sekretaris I:
Sekretaris II:
Bendahara: Ira Tobing, geb.
Pembantu Umum I: Wemmy J. Tandaju
Pembantu Umum II: Sutrisno
Pembantu Umum III: Masnuri Parinussa, geb. Pohan
Pemeriksa Keuangan: Jusman S. Sembiring / Arthur Umboh
Masa bakti 1989 - 1991 :
Ketua: Kartini Mumme, geb. Joseph
Wakil Ketua: Bhenny Ariesanto
Sekretaris I: Andrew Adiwitaputra
Sekretaris II: Daisy Parera
Bendahara: Flora Loupatty, geb. Tambunan
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1991 - 1993 :
Ketua: Wemmy J. Tandaju
Wakil Ketua: Daniel A. R. Lokollo
Sekretaris I:
Sekretaris II:
Bendahara:
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1993 - 1995 :
Ketua: Patri Tarigan
Wakil Ketua: Kartini Mumme, geb. Joseph
Sekretaris I: Bitner Simandjuntak
Sekretaris II:
Bendahara:
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1995 - 1997 :
Ketua: Samuel M. Loupatty
Wakil Ketua:
Sekretaris I: Bitner Simandjuntak
Sekretaris II:
Bendahara:
Pembantu UmumI:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1997 - 1999 :
Ketua: Samuel M. Loupatty
Wakil Ketua: Beni A. Surbakti
Sekretaris I: Kartini Mumme, geb. Joseph
Sekretaris II: Linda Breitzke, geb. Saragih
Bendahara:
Pembantu Ummum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan:
Masa bakti 1999 – 2001 :
Ketua: Samuel M Loupatty
Wakil Ketua:
Sekretaris I: Kartini Mumme, geb. Joseph
Sekretaris II: Linda Breitzke, geb. Saragih
Bendahara:
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan: Fevrya Waworuntu
Koko Siahaan
Masa bakti 2001 – 2003 :
Ketua: Beni Andreas Surbakti
Wakil Ketua: Erwin Silaban
Sekretaris I: Kartini Mumme, geb. Joseph
Sekretaris II: Linda Breitzke, ge. Saragih
Bendahara:
Pembantu Umum I:
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan: Diana Silaban, geb. Hasibuan
Bhenny Ariesanto
Masa bakti 2003 – 2005 :
Ketua: Wemmy J. Tandaju
Wakil Ketua: Daniel A.R. Lokollo
Sekretaris I: Marlein Masengi Steiner / Monika Siahaan, geb. Sihombing
Sekretaris II: Monika Siahaan / Jeane Siregar, geb. Tumbel
Bendahara: Nina Dries, geb.
Pembantu Umum I: Reinser Simorangkir
Pembantu Umum II:
Pembantu Umum III:
Pemeriksa Keuangan: Bhenny Ariesanto
Kartini Mumme, geb. Joseph
Masa bakti 2005 – 2007 :
Ketua: Samuel M. Loupatty / Beni A. Surbakti
Wakil Ketua:
Sekretaris I: Louise Neelen, geb. Puturuhu
Sekretaris II: Linda Beitzke, geb. Saragih
Bendahara: Daisy Steindorf-Sabath, geb. Masengi
Pembantu Umum I: Mathilda Kairupan-Golose
Pembantu Umum II: Lucas Leepel
Pembantu Umum III: Kartini Mumme, geb. Joseph
Pemeriksa Keuangan: Anandini Sutanto
Daniel A.R. Lokollo
Masa bakti 2007 – 2009 :
Ketua: Kartini Mumme, geb. Joseph
Wakil Ketua: Bhenny Ariesanto
Sekretaris I: Louise Neelen, geb. Puturuhu
Sekretaris II: Lastiurma Loupatty, geb. Manulang
Bendahara: Daisy Steindorf-Sabath, geb. Masengi
Pembantu Umum I: Beni A. Surbakti
Pembantu Umum II: Johanna Wehrmann, geb. Sumanti
Pembantu Umum III: David C. Niode
Koordinator Komisi Pelayanan Wanita: Meryana Oyang, geb. Hutabarat
Bendahara Pelayanan Komisi Wanita: Flora Loupatty, geb. Tambunan
Koordinator Komisi Pelayan Sekolah Minggu: Monika Siahaan, geb. Sihombing
Pemeriksa Keuangan: Anandini Sutanto
Dari : Berbagai Sumber
Ternyata penderitaan kita bukan apa-apa bila dibandingkan dengan penderitaan mereka. Percayalah bahwa Tuhan bersama kita.
Kehidupan Para Rasul
Apakah Anda tahu bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para rasul yang memilih untuk hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui Tuhan Yesus.
Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul. Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul: "Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia". Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan kebenaran dari tulisan tersebut.
1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.
2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.
3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.
5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.
6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.
7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.
8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.
9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: "Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan "happy hours" dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus." Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk."
10. Rasul Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.
11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.
12. Matias, rasul pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
13. Rasul Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernjara.
14. Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.
(Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan". Roma 12:11
1 komentar:
Syaloom,
Terima kasih banyak so beking akang. Pe capat do´ rupa deng kilat depe berita. Masih ada foto laeng? Boleh mo minta???? Biar dapa lia bulat.
Makase ulang.
GBU
Kommentar veröffentlichen