Dienstag, 1. April 2008

Sejarah singkat

SEJARAH SINGKAT PERKI-KKI e.V. Hamburg

Pada akhir tahun 1967 orang-orang Kristen asal Indonesia dari berbagai golongan seperti Pendeta, Mahasiswa, Pengusaha, Pegawai perusahaan Indonesia, Pelaut, Pegawai Konsulat Republik Indonesia Hamburg dan lain-lainnya yang waktu itu berada di Jerman bagian utara mempunyai kerinduan dan merasakan adanya kebutuhan untuk berkumpul serta beribadah bersama dalam bahasa Indonesia.

Atas inisiatif Pendeta yang ada di Hamburg waktu itu dan beberapa orang, didirikanlah perkumpulan orang-orang kristen di Jerman Utara , tepatnya tanggal 30 Juni 1968 dengan nama Keluarga Kristen Indonesia yang kemudian diubah menjadi Kebaktian Kristen Indonesia disingkat KKI.

KKI Hamburg-Bremen dan sekitarnya bertujuan mempererat persekutuan masyarakat Kristen Indonesia dan melakukan kesaksian serta pelayanan dengan berazaskan Alkitab. KKI adalah wadah persekutuan yang terbuka untuk setiap orang yang beriman kepada Yesus Kristus, tanpa membedakan asal, aliran denominasi, gereja.

Pertemuan Perki se-Eropa tahun 1969 di Wien – Austria dan 19-24 Agustus 1976 di Woudschoten-Zeist - Belanda menghimbau kepada semua organisasi kristen di Eropa untuk menyeragamkan nama organisasi dengan memakai nama PERKI. Seruan ini dibicarakan dalam pertemuan warga KKI Hamburg pada tahun 1977. Ketua pertama KKI dan beberapa warga yang sudah lama aktif dalam KKI, yang hadir waktu pembicaraan itu, menyatakan keberatannya dengan salah satu alasan : KKI adalah organisasi kristen yang tertua di Jerman. Setelah cukup lama mendiskusikannya, diambil satu pertimbangan kompromis yaitu tanpa menghilangkan nama tradisi KKI dan untuk memenuhi himbauan saudara se iman di Eropa maka lahirlah nama PERKI-KKI = Persekutuan Kristen Indonesia – Kebaktian Kristen Indonesia )

Melihat perkembangan dan situasi anggota Perki-KKI bahwa adanya kebutuhan pelayanan yang lebih intensif di semua bidang baik ke dalam maupun ke luar sehingga diadakan pertemuan pada tahun 1980 yang dihadiri Jemaat Bremen dengan tema pembicaraan : Agar Perki-KKI didaftarkan pada pengadilan Hamburg sebagai Perkumpulan yang tercatat pada badan hukum Hamburg. Pada pertemuan ini telah diambil keputusan berdasarkan persetujuan dari kebanyakan warga untuk mendaftarkan Perki-KKI di Kantor Pengadilan Hamburg.

Dengan bantuan ACKH ( Arbeitsgemeinschaft Christlichen Kirche Hamburg = Perkumpulan Gereja-gereja Kristen di Hamburg ) dibuatlah satu Anggaran Dasar yang terdiri dari satu Pembukaan dan 13 Pasal dan sejak tahun 1981 PERKI-KKI menjadi perkumpulan yang tercatat pada badan hukum Hamburg, sehingga menjadi PERKI-KKI e.V. Hamburg dengan tidak membatasi wilayah pelayanan hanya di Hamburg.

Perki-KKI adalah anggota ACKH sejak tahun 1983 dan wajib membayar iuran.

Dalam pelayanannya, PERKI-KKI melihat betapa pentingnya kehadiran seorang pendeta untuk dapat melayani kebutuhan anggotanya di bidang kerohanian dan sakramen khususnya dalam bahasa Indonesia, sehingga PERKI-KKI mengajukan hal ini kepada pihak gereja Jerman Utara ( Nord Elbische Evangelisch-Lutherische Kirche). Setelah melalui proses sejak tahun 1985, maka pada tanggal 20 April 1993 diadakan kontrak kerjasama segi tiga antara PERKI-KKI - Nordelbische Evangelisch-Lutherische Kirche (NEK) Wilayah Stormarn dan PGI untuk mendatangkan Pendeta.

Pendeta Resmi Pertama, Pendeta Jan Robert Sumakul S.Th dari GMIM memulai msa kerja pada bulan Juni 1993 untuk 5 tahun.

Setelah mengalami vakum satu tahun, pendeta kedua untuk Perki KKI dari Gereja Toraja, Pendeta Sulaiman Manguling S.Th memulai masa kerja pada Mei 1999 sampai April 2004.

Dual Model Kerjasama antar PERKI KKI, Kirchenkreis Stormarn dan Kirchenkreis Verband Hamburg, telah ditandatangani pada Mei 2005 dengan mendatangkan Pekerja Teologi, Hesky Charles Opit dari Indonesia mendampingi Pendeta NEK, Pendeta Susanne Lehmann-Fahrenkrug dalam Pelayanan di PERKI KKI untuk masa bakti sampai 31 Desember 2007.

Dual Model yang pada awalnya sebagai model percobaan, oleh NEK telah dijadikan model yang diterapkan sebagai model kerjasama tetap didasari pada keberhasilan dalam penerapan model ini selama dua setengah tahun.

Kebutuhan Jemaat untuk mendapatkan Sakramen dalam bahasa Indonesia telah mendorong Pengurus untuk mengusahakan pentahbisan saudara Hesky Charles Opit menjadi Pendeta. Di bulan Oktober 2006, Teolog Hesky Opit telah ditahbiskan menjadi Pendeta di Gereja Asal Beliau yaitu di Gereja Paulus Titiwungen GMIM di Manado Sulawesi Utara.

Dengan adanya tempat pekerjaan baru Pendeta Lehmann-Fahrenkrug di salah satu Gereja NEK Hamburg, maka dengan dual model ini, telah ditetapkan oleh NEK, Pendeta Fredericke Raum-Blöcher sebagai Pengganti Pendeta Lehmann-Fahrenkrug.

Telah diadakan Perjanjian kerja baru dengan Kirchenkreis Stormarn – Kirchenkreis Verband Hamburg serta Perki KKI e.V. Hamburg untuk pelayanan Pendeta Hesky Charles Opit dan Pendeta Fredericke Raum-Blöcher di dalam Jemaat Perki KKI selama 3 tahun.

Perlu diketahui, bahwa pelayanan kedua Pendeta ini berbasis pada sepertiga „Stelle“ artinya Pendeta Raum-Blöcher bertugas di gereja NEK duapertiga „Stelle“ dan Pendeta Opit hanya melayani di Perki KKI dengan sepertiga „Stelle“.


Die geschichtliche Entwicklung der Perki-KKI e.V. Hamburg

( Indonesische Christliche Gemeinschaft e.V. Hamburg)

Am Ende des Jahres 1967 hatten Christen aus Indonesien aus verschiedenen Gruppen, wie Studenten, Händler, Angestellten der indonesischen Firmen, Seeleute, Beamten des indonesischen Generalkonsulats in Hamburg und andern, die zur Zeit in Norddeutschland waren, ein Sehnsucht und fühlten ein Bedürfnis um sich zu treffen und zusammen Gottesdienst zu halten in indonesischer Sprache.

Auf Initiative von indonesischen Pastoren, die zu jener Zeit in Hamburg waren, wurde die Vereinigung der indonesischen Christen in Norddeutschland gegründet.

Es war am 30. Juni 1968, unter den Namen : indonesischen christliche Gemeinschaft, die dann später geändert wurde in : indonesischer Christlicher Gottesdienst ( KKI = Kebaktian Kristen Indonesia )

KKI Hamburg-Bremen und Umgebung, hat das Ziel die Einheit der indonesischen Christen zu festigen und Zeugnis und Dienste auf Grund der Bibel zu praktizieren. Die KKI ist eine Gemeinschaft, die offen ist für alle, die an Jesus Christus glauben, ohne Rücksicht auf Herkunft Denomination oder Kirche.

Bei der Versammlung der PERKI von ganze Europa in 1969 in Wien - Österreich und von 19-24. August 1976 in Woudschoten - Niederlande, hat man an alle indonesischen christlichen Organisationen / Gruppen in Europa appelliert, um den Namen der Organisation zu vereinheitlichen

Und den Namen PERKI zu benutzen. Dieser Aufruf wurde in Versammlung der KKI Hamburg im Jahre 1977 besprochen. Der erste Vorsitzender der KKI und andere Personen, die schon lange aktiv in der KKI sind, die anwesend bei der Besprechung waren, aüßerten ihre Ablehnung , mit der Begründung, daß die KKI die älteste indonesische christliche Organisation in Deutschland ist. Nachdem ziemlich lange darüber diskutiert wurde, kam man zu einen Kompromißbeschluß, und zwar ohne die Traditionsname KKI zu eliminieren und um den Appell der Brüder im Glauben in Europa zu erfüllen, würde der Name PERKI-KKI = Persekutuan Kristen Indonesia - Kebaktian Kristen Indonesia, beschlossen.

( Indonesische Christliche Gemeinschaft – Gottesdienst Indonesischer Christen )

In Anbetracht der Entwicklung und Situation der Mitglieder der PERKI-KKI, daß ein Bedürfnis an einer intensivieren Dienstleistung auf alle Gebieten, sowohl nach Innen als auch nach Außen besteht, wurde 1980 eine Versammlung gehalten, wobei auch die Mitglieder aus Bremen anwesend waren, mit dem Thema : die PERKI-KKI soll beim zuständigem Amtsgericht eingeschrieben werden als eingetragener Verein (e.V.). Auf dieser Versammlung wurde mit großer Mehrheit beschlossen, daß PERKI-KKI als Verein beim Amtsgericht Hamburg eingetragen wird.

Mit Hilfe der ACK-H wurde eine Satzung entworfen, bestehend aus einen Einführung und 13 Artikeln und seit 1981 ist PERKI-KKI ein eingetragener Verein und wurde PERKI-KKI e.V. Hamburg, wobei der Wirkungskreis sich nicht nur auf Hamburg beschränkt.

PERKI-KKI ist auch seit dem 7.3.1983 Mitglied der ACK-Hamburg.

In seine Dienstleistung hat PERKI-KKI eingesehen, wie wichtig ist ein Pastor zu haben, der die Bedürfnisse der Gemeinde auf dem Gebiet der Seelsorge und sakramentalen Aufgabe in indonesischer Sprache erfüllen kann. Somit brachte die PERKI-KKI dieses Anliegen bei der Nord-Elbische Evangelisch-Lutherische Kirche vor. Nach einem mühsamen Prozeß seit 1985 wurde am 20. April 1993 ein Dreier-Vertrag zwischen PERKI-KKI - NEK Kirchenkreis Stormarn - und PGI ( Communion of Churches in Indonesia ) geschlossen um einen(r) PastorIn einzustellen.

Der erste indonesischer Pastor in PERKI-KKI hat seine Arbeit im Juni 1993 angefangen.


Montag, 19. November 2007

Biografi Keduabelas Murid Yesus

Dari : Berbagai Sumber

Ternyata penderitaan kita bukan apa-apa bila dibandingkan dengan penderitaan mereka. Percayalah bahwa Tuhan bersama kita.

Kehidupan Para Rasul

Apakah Anda tahu bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para rasul yang memilih untuk hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui Tuhan Yesus.

Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul. Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul: "Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia". Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan kebenaran dari tulisan tersebut.

1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.

2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.

7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.

9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: "Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan "happy hours" dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus." Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk."

10. Rasul Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.

11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.

12. Matias, rasul pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. Rasul Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernjara.

14. Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.

(Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan". Roma 12:11

Photos Einführung von Pastor Hesky Opit & Pastorin Fredericke Raum-Blöcher